Membaca merupakan aktivitas yang mudah sebenarnya, namun begitu sulit untuk meluangkan waktu untuk melaksanakannya. Apalagi, di era globalisasi ini, yang dipenuhi oleh teknologi-teknologi canggih, sehingga membaca tidak lagi menjadi sebuah rutinitas hidup melainkan kerjaan sampingan saja. mungkin itu pulalah salah satu penyebab rendahnya sumber daya manusia Indonesia.
Ketidakgemaran membaca membuat kita terasa amat kecil, dunia terasa sempit dikarenakan sedikitnya informasi yang kita peroleh. Padahal,informasi dan ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu semakin lama semakin bertambah pesat. Bagaimana dengan kita manusia Indonesia? Akankah kita akan tertinggal jauh dari perkembangan zaman? Kita sebagai manusia, yang diberi akal yang lebih baik dibanding makhluk lain seharusnya mampu menelaah lebih dalam tentang ilmu pengetahuan yang tak pernah habis walaupun kita menggalinya. Dan membaca adalah salah satu sarana untuk mencapai itu semua. Sekarang, tinggal bagaimana cara kita untuk menumbuhkan sikap gemar membaca dimanapun kita berada.
Nah, berikut ini beberapa tips atau boleh dikata kiat-kiat yang diberikan oleh kang Hernowo dalam buku Best Seller-nya “Mengingat Makna”.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan mengubah paradigma (cara pandang) kita dalam memandang buku. Menurut beliau Buku sama saja dengan makanan yaitu makanan untuk ruhani kita. Ini sangat penting dalam rangka memasuki dunia buku. Bayangkan apabila jasmani kita tidak diberi makanan-makanan berigizi. Apa yang akan terjadi? Tubuh kita akan lemas, otomatis akan mempengaruhi aktivitas kita sehari-hari. Begitu pula dengan ruhani kita. Buku adalah salah satu jenis “makanan ruhani” kita yang sangat bergizi, lewat paradigma baru membaca buku dengan menganggap buku sebagai makanan kesukaan kita, sehingga kita dapat memperlakukan buku layaknya makanan tersebut. Maka langkah awal telah selesai. Dilanjutkan dengan mengenali atau melakukan pengenalan dengan buku yang akan kita baca. Bisa dengan mengetahui pengarangnya dahulu atau intisari dari bacaan tersebut. Mintalah kepada seseorang untuk menunjukkan lebih dulu hal-hal menarik yang ada pada buku itu.
Langkah terakhir, dapat dilakukan dengan membaca sambil makan-makanan ringan atau dalam istilah “ngemil” ini dimaksudkan supaya pikiran tidak terlalu menegang dan tetap rileks dengan isi bacaan.
Apabila kita sudah mengubah paradigma membaca buku seperti di atas dan telah memahami manfaat membaca buku, cobalah membaca buku-buku yang memiliki bobot lebih tinggi. Buku-buku ilmiah adalah contoh paling mudah.
Seorang intelektuali bernama dave Meier dalam bukunya yang berjudul, The Accelerated Learning Handbook, mengemukakan beberapa cara mudah dalam membaca buku. Meier menamai tips-tips ini “Metode Belajar Gaya SAVI”
Pertama, membaca secara somatis (bersifat refe/tubuh). Ini berarti bahwa, pada saat kita membaca, mencoba untuk tidak hanya duduk boleh dengan berdiri atau berjalan-jalan saat membaca. Gerakkan tangan, kaki dan kepala, setelah itu baca kembali.
Kedua, membaca secara auditori (bunyi), cobalah sesekali membaca dengan menyuarakan apa yang kita baca, lebih-lebih apabila ada istilah yang sulit kita pahami. Karena dengan demikian itu, telinga kita akan membantu mencernanya.
Ketiga, membaca secara visual (gambar). Ini berkaitan dengan kemampuan kita yang bernama imajinasi atau kekuatan membayangkan. Dengan menggambarkan atau membayangkan sebuah konsep, Insya Allah juga akan mempercepat pemahaman.
Keempat, membaca secara intelektual (merenungkan). Ini juga berkaitan dengan kemampuan luar biasa yang kita miliki, kita perlu jeda atau berhenti sejenak setelah membaca, sehingga kita akan dengan mudah menuangkan atau menceritakan kembali apa-apa yang kita baca.
Referensi : Mas Hernowo dan ahsinmuslim
Semoga artikel diatas dapat bermanfaat bagi kita semua. Amien…..

6 Comments
Ulasan yang menarik ….
Smoga ini bisa jadi salah satu pemicu dorongan untuk membantu meningkatkan budaya minat baca di negeri tercinta ini yang memang masih begitu rendah daya minat bacanya …
Dan mungkin saya mengajak marilah kita buat langkah nyata juga dalam mensosialisasikan budaya baca ini
http://aribicara.blogdetik.com/index.php/2009/01/26/obsesiku-saat-ini-ingin-merintis-perpustakaan-desa/#comment-4719
betul mas…untuk itu marilah kita ajak saudara kita,tetangga,teman,dll untuk lebih menyukai membaca daripada menonton tipi..:)
Makan makanan halal membuat tubuh sehat,
Membaca kitab suci Al-Qur’an membuat pikiran sehat,
Salam Kenal
Imansyah
Assalamu’alaikum, mas
orang solo tho?
salam kenal dari ahsin di Boyolali.
terima kasih telah ikut serta mempromosikan blog saya lewat postingan di atas.
semoga bermanfaat.
wa’alaikumsalam mas ahsin….iya mas aku wong solo..makasih ya mas..artikelnya bagus…maap dulu belum sempat ijin ngambil referensinya..:)
Jadi tambah wawasan dan minat untuk membaca..
Post a Comment